Sunday, November 16, 2014

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan
  

1. MANAJEMEN KURIKULUM

a. Pengertian Kurikulum

Dalam manajemen kurikulum kegiatan dititberatkan kepada kelancaran pembinaan situasi belajar mengajar. Paham terakhir menyebutkan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman penidikan yang diberikan oleh sekolah kepada anak didiknya, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Kurikulum tediri atas mata pelajaran tertentu yang bertujuan menyampaikan kebudayaan lampau sejumlah pengetahuan yang harus diajarkan kepada anak-anak, karena seringnya pengetahuan diambil dari buku-buku pelajaran tertentu yang dipandang baik maka kurikulum ditentukan oleh buku pelajaran.
Untuk menjamin efektifitas pengembangan kurikulum dan program pengajaran, kepala sekolah sebagai pengelolaprogram pengajaran bersama dengan guru-guru harus mejabarkan isi kurikulum secara lebih rinci dan operasional kedalam program taahunan, suture wulan dan bulanan. Adapun program mingguan atau program satuan pelajaran, wajib dikembangkan guru sebelum melakukan kegiatan belajar-mengajar. Berikut diperinci beberapa prinsip yang harus diperhatikan.
1) Tujuan yang dikehendaki harus jelas, makin operasional tujuan, makin rendah terlihat dan makin tepat program-program yang dikembangkan unttuk mencapai tujuan.
2) Program itu harus sederhana dan fleksibel.
3) Program-program yang disusun dan dikembangkan harus sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
4) Program yang dikembangkan harus menyeluruh dan harus jelas pencapaiannya.
5) Harus ada koordinasi antarkomponen pelaksana program disekolah.

b. Organisasasi Kurikulum
Organisasi kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahan pelajaran yang akan disampaiakn kepda murid-murid. Pola-pola pengorganisasian kurikulum ada banyak macam tetapi yang kami anggap perlu untuk dikemukakan ada tiga macam yaitu:

1). Separated Subject Curriculum
Kurikulum ini menyajikan segala macam bahan pelajaran dalam berbagai macam pelajaran (subject) yang terpisah-pisah satu sama lain, seakan-akan ada batas pemisah antara mata pelljaran yag satu dengan yang lain, juga antara satu kelas dengan kelas yang lain.
Kurikulum yang disusun dalam bentuk terpesah-pisah ini lebih bersifat subject centered, yaitu berpusat pada bahan pelajaran, dari pada child centered, yang berpusat pada minat dan kebutuhan peserta didik. Kurikulum bentuk ini disusun berdasarkan pandangan ilmu jiwa asosiasi, yaitu mengharapkan terjadinga kepribadian yang bulat berdasarkan potongan-potongan pengetahuan.
Ada beberapa kelebihan dan kelemahan pada separate subject kurikulum ini.
Kelebihan kurikulum ini antara lain :
a). Bahan pelajaran dapat disampaikan secara logis, sistematis dan berkesinambungan
b). Organisasinya sangat sederhan, mudah direncanakan, mudah dilaksanakan, dan mudah pula diadakan perubahan.
c). Kurikulum ini mudah dievaluasi, untuk selanjutnya diadakan perbaikan seperlunya.
d). Memudahkan guru untuk menyampaikan materi, karena guru hanya dibebani menyampaikan materi-materi tertentu yang sesuai dengan kompetensinya saja.
Adapun kelemahan kurikulum ini antara lain:
a). Kurikulum ini memberikan pelajaran secara terpisah-pisah yang tidak ada hubungannya dengan materi lain sehingga penguasaan peserta didik atas materi merupakan sesuatu yang lepas antara satu dengan lainnya.
b). Kurikulum ini kurang mengakomodasi minat dan bakat peserta didik.
c). Kurikulum ini cenderung statis karena sudah direncanakan terlebih dahulu.
d). Kurikulum ini hanya mengembangkan ranah kognitif, dan kurang memperhatikan ranah afektifnya.

2). Correlated Curriculum
Pada dasarnya kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran satu sama lain ada hubungan, sangkut paut (correlated) walaupun mungkin batas-batas yang satu dengan yang lain, masih dipertahankan.
Kurikulum ini berusaha menghubungkan antara dua mata pelajaran atau lebih, sehingga diharapkan peserta didik akan memperoleh pengetahuan yang utuh dan tidak sepotong-potong seperti pada separate subject curriculum, misalnya menghubungkan antara matematika, fisika, kimia dan biologi yang semuanya tergolong dalam IPA; menghubungkan antara sejarah, ekonomi, dan ilmu social yang memang termasuk dalam IPS.
Kurikulum ini juga mempunyai kelemahan, di samping banyak kelebihan yang dimiliki.
Kelebihan kurikulum ini antara lain:
a). Adanya korelasi antara berbagai mata pelajaran, sehingga dapat menopang kebulatan pengalaman dan pengetahuan peserta didik.
b). Adanya kemampuan peserta didik untuk menerapkan pengetahuan secara fungsional, karena mereka dapat memanfaatkan korelasi antar mata pelajaran untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.
Adapun kekurangan kurikulum ini adalah:
a). Kurikulum ini, sebagaimana separate sumject curriculum, juga belum menyentuh aspek emosi.
b). Penggabungan beberapa mata pelajaran yang lebih luas tidak memberikan pengetahuan yang sistematis dan mendalam.

3). Integratted Curriculum

Integratted Curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan.
Keseluruhan mata pelajaran dilebur menjadi satu dan disajikan dalam bentuk unit. Dengan adanya kebulatan bahan pelajaran, diharapkan dapat terbentuk kebulatan pengetahuan peserta didik yang sesuai dengan lingkungan masyarakatnnya. Oleh karena itu, materi pembelajaran harus disesuaikan dengan situasi, masalah, dan kebutuhan kehidupan di luar sekolah.
Kelebihan kurikilum ini antara lain:
a). Kurikulum ini sesuai dengan teori baru tentang belajar yang mendasarkan berbagai kegiatan pada pengalaman, kesanggupan dan minat anak.
b). Kurikulum ini memungkin danya hubungan saling menguntungkan antara sekolah dengan masyarakat, karena masyarakat menjadi laboratorium bagi peserta didik.
Kelemahan kurikulum ini antara lain:
a). Tidak mempunyai organisasi yang logis dan sistematis
b). Pelaksanaannya membutuhkan prasarana yang harus lengkap
c). Sulit diadakan evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaannya

c. Struktur Program Kurikulum
Untuk sekolah-sekolah umum program pendidika meliputi 3 macam yaitu: Program pendiidkan umum, program akademis yang memberikan dasar-dasar untuk melanjutkan studi, dan program pendidikan keterampilan. Selanjutnya setiap program memperoleh alokasi (penjatahan) waktu tertentu yakni berapa jumlah jam pelajaran per minggu untuk setiap bidang studi bagi kelas-kelas tersebut.
Sehubungan dengan struktur program ini ada bebrapa hal yang perlu dipahami yaitu: GBPP (Garis-Garis Besar Progam Pengajaran), jam pelajaran, semester, program pendidikan umum, program pendidikan akaemik, program pendidikan keterampilan, dan program pedidikan kejuruan.

d. Kegiatan-Kegiatan Manajemen Kurikulum
Kegiatan manajemen dititikberatkan pada usaha-usaha pebinaan situasi belajar-mengajar di sekolah agar selalu terjamin kelancarannya. Kegitan manajemen kurikulum yang terpenting di sini dapat disebutkan dua hal yakni:
Kegiatan yang amat erat kaitannya dengan tugas guru, yang meliputi: pembagian tugas mengajar, pembagian tugas/tanggung jawab dalam membina ekstrakurikuler, dan koordinasi penyusunan persiapan mengajar.
Kegiatan yang erat kaitannya dengan proses belajar-mengajar yang meliputi: penyusunan jadwal pelajaran, penyusunan program (rencana) berdasar satuan waktu tertentu (catur wulan, semesteran, tahunan), pengisian daftar kemajuan murid, penyelenggaraan evaluasi hasil belajar, laporan hasil evaluasi, kegiatan bimbingan penyuluhan.

2. MANAJEMEN MURID ( Kesiswaan )
Manajemen kesiswaan adalah penataan dan pengaturan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik, mulai masuk sampai dengan keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah. Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran disekolah dapat berjalan dengan lancer, tertib dan teratur, serta mencapai tujuan pendidikan sekolah.

a. Penerimaan Murid Baru
Manajemen murid menunjuk pada pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan pencatatn murid semenjak proses penerimaan sampai saat murid meninggalkan sekolah karena sudah tamat menikuti pendidikan pada sekolah itu. Penerimaan murid baru merupaka salah satu kegiatan pertama yang biasanya dengan mengadakan seleksi calon murid.
Menurut Drs. Ismed Syarief Cs. (1976: 25-30) langkah-langkah penerimaan murid baru pada garis besarnya adalah sebagai berikut:
1). Membentuk panitia penerimaan murid
2). Menentukan syarat pendafraan calon
3). Menyediakan formulir pendafaraan
4). Pengumuman pendaftaraan calaon
5). Menyediakan buku pendaftaraan
6). Waktu pendaftaraan
7). Penentuan calon yang diterima

b. Pencatatan Murid dalam Buku Induk
Murid yang baru perlu dicatat segera alam buku besar yang biasa disbut buku induk atau buku pokok. Catatan dalam buku induk harus lengkap meliputi data an identitas murid dalam hal ini sebagaia data dapat diambil dari formulir pendaftaran. Buku induk merupakan kumpulan daftar nama murid sepanjang msa dari sekolah itu.
Di samping identitas murid, dalam buku induk juga berisi prestasi belajar anak (daftar nilai rapor) dari tahun ke tahun selama ia belajar di sekolah tersebut. Catatn dalam buku induk harus bersih dan jelas dan ini merupakan taanggung jawab kepala sekolah yang penggarapnnya bisa diserahkan kepada pegawai sekolah.

c. Buku Klaper

Buku ini berfungsi untuk membantu buku induk memuat data murid yang penting-penting. Pengisinnya dapat diambil dari buku induk itu, dan daftar nilai juga tercatat. Kegunaan buku kapler adalah untuk memmudahkan mencari data murid, apalagi belum diketahi nomor induknya. Hal ini mudah ditemukan dalam buku kapler karena nama murid disusun menurut abjad.

d. Tata Tertib Murid
Tata tertib sekolah ialah ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari dan mengandunn sanksi terhadap pelanggarnya. Tata tertib murid adalah bagian dari tata tertib sekolah, di samping itu masih ada tata tertib guru dan tata tertib tenaga administratif. Pada dasarnya tata tertib untuk muri adalah sebagai berikut:
1. Tugas dan kewajiban dalam kegiatan intra sekolah
2. Larangan-larangan yang harus diperhatikan
3. Sanksi bagi murid

e. Daftar Presensi
Daftar presensi atau daftar hadir dimaksudkan untuk mengetahui frekuensi kehadiran murid di sekolah sekaligus untuk mengontrol kerajinan belajar mereka. Daftar hadir ini dapat dibuat sebagai daftar hadir bulanan atau daftar hadir mingguan. Tugas guru atau petugas yang ditunjuk adalah memeriksa dan memberi tanda tentag hadir atau tidaknya seorang murid satu kalli dalam satu hari.

3. MANAJEMEN PERSONEL SEKOLAH (Kepegawaian)

Pada prisipnya yang dimaksud personel di sini ialah orang-orang yng melaksanaka sesuatu tugas untuk mencapai tujuan. Personel di sekolah meliputi unsur guru yang disebut tenaga edukatif dan unsure karyawan yang disebut tenga administratif. Secara terperinci dapat disebutkan keseluruhan personel sekolah adalah: kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha, dan pesuruh/penjaga sekolah.
Manajemen tenaga kependidikan (kepegawaian) mencakup :
- Perencanaan pegawai
- Pengadaan pegawai
- Pembinaan dan pengembangan pegawai
- Promosi dan mutasi
- Pemberhentian pegawai
- Kompensasi, dan
- Penilaian pegawai
Semua itu perlu dilakukan dengan baik dan benar agar apa yang diharapkan tercapai, yakni tersedianya tenaga kependidikan yang diperlukan dengan kualifikasi dan kemampuan yang sesuai serta dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik dan berkualitas.
Dalam kaitannya dengan tenaga kependidikan disekolah. Khususnya pegawai negeri sipil, sebab-sebab pemberhentian pegawai ini dapat dikelompokan ke dalam tiga jeni :
- Pemberhentian atas permohonan sendiri;
- Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah; dan
- Pemberhentian sebab-sebab lainnya.

Pemberhentian atas permohonan pegawai sendiri, misalnya, karena pindah lapangan pekerjaan yang bertujuan untuk memperbaiki nasib. Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah bisa dilakukan dengan beberapa alas an berikut :
~ Pegawai yang bersangkutan tidak cakap dan tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik;
~ Perampingan atau penyeserhanaan organisasi;
~ Peremajaan, biasanya pegawai yang telah berusia 50 tahun dan berhak pensiun harus diberhentikan dalam jangka waktu satu tahun;
~ Tidak sehat jasmani dan rohani sehingga tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik;
~ Melakukan pelanggaran tindak pidana sehingga dihukum penjara atau urungan;
~ Melanggar sumpah atau janji pegawai negeri sipil.

 Sementara pemberhentian karena alas an lain penyebabnya adalah pegawai yang bersangkutan meninggal dunia, hilang, habis menjalani cuti diluar tanggungan negara dan tidak melaporkan diri kepada yang berwewenang, serta telah mencapai batas usia pensiun.

a. Daftar Personel
Daftar personel memuat identitas atau keterangan lengkap tentang diri pegawai atau karyawan yang bersngkutan baik ia itu guru maupun tentag administratif. Keterangan-keterangan ini antar lan meliputi nama lengkap dan identitas pribadi yang lain (agama, tempat tinggal, tahun kelahiran dan sebagainya), pangkat, jabatan, pendidikan terakhir, pendidikan tambahan dan keadaan keluarga.
Di samping itu setiap personel harus disediakan satu map khusus untuk menyimpan arsip-arsip/surat keterangan yang sah, yang mungkn berwujud salinan/fotokopi yang berhubungan erat dengan masalah kepegawaian seperti: surat keputusan pengangkatan pegawai, surat keputusan kanaikan pangkat, surat keputusan kenaikan gaji berkala, salinan/fotokopi ijazah/STTB, fotokopi kartu pegawai (PARPEG), surat keterangan tidak terlibat G. 30 S/PKI, surat nikah, catatan penting yang menyangkut diri pegawai atau guru, misalnya: tanda penghargaan sebagai guru teladan, piagam dan lain-lain.

b. Daftar Hadir Guru/Karyawan  
Kehadiran guru/karyawan hendaknya selalu dapat terkontrol oleh kepala sekolah, daftar hadir ini bagi guru SD mungkin bersifat harian, artinya setiap hari guru menandatangi daftar tersebut, tetapi untuk guru sekolah lanjutan (sekolah menengah) daftar hadir dapat dibuat berdasarkan jam-jam mengajar. Dengan memeriksa daftar hadir tersebut di atas maka dapat dihitung persentase kehadiran atau absensi guru yang bersangkutan.
c. Daftar Konduite
Yang dimaksud daftar konduite adalah daftar yang berisi penilaian terhadap pegawai yang dibuat oleh pimpinan atau atasannya. Dalam hal ini kepala sekolah membuat daftar konduite itu berdasarkan penilaian terhadap guru yang menjadi bawahannya.
Beberapa hal yang penting untuk dinilai menurut Drs. Isned Syarief dkk. (1976:44) adalah: kemampuan kerja (perencanaan program mengajar, kecakapan mengajar, melaksankan manajemen), kerajinan, kepatuhan disiplin kerja, rasa tanggung jawab terhadap tugas Negara, hubungan kerja sama, kelakuan di dalm dan di luar dinas, prakarsa (inisiatif), kepemimpinan, dan pekerjaan pada umumnya.

d. Beberapa Hal tentang Usul Kepegawaian
Pada prinsipnya suatu usul kepegwaian merupakan penghargaan terhadap pegawai yang bersngkutan yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu (Drs. Ismed Syarief Cs 1976:45). Beberapa usul kepegawaian ini yang pokok ialah: usul kenaikan gaji berkala (KGB), usul kenaikan pangkat, usul pengangkatan dalam suatu jabatan tertentu, usul atau permohonan cuti, usul pemberian pensiun, dan usul pemberhentian pegawai.

4. MANAJEMEN TATALAKSANA SEKOLAH (Ketatausahaan)

a. Surat Dinas Sekolah dan Buku Agenda

Semua surat-menyurat yang dilakukan dalam rangka kepentingan kehidupan dan realisasi program sekolah dapat kita sebut surat dinas. Hal-hal yang perlu dicatat dalam agenda surat masuk adalah: nomor urut surat, tanggal diterima, tanggal dan nomor surat yang diteriama, pihak pengirim/instansi, pokok isi surat, dan keterangan. Sedangkan dalam agenda surat keluar yang perlu dicatat ialah: nomor urut surat keluar, tanggal surat keluar (pengiriman), alamat surat/kepada siapa, pokok isi surat, dan keterangan.

b. Buku Ekspedisi
Guna buku ekspedisi ialah untuk pembuktian bahwa suatu surat yang dikirimkan sudah sampai kepada alamatnya atau orang (petugas) yang diserahi tanggung jawab. Yang perlu dicatat dalam buku ekspedisi adalah: nomor surat, alat yang dituju, tanggal penerimaan, tanda tangan dan nama terang penerima.

c. Buku Catatan Rapat Sekolah (Notulen)
Berdasarkan materi yang dibicarakan dalam rapat sekolah maka rapat itu disebut: rapat kenaiakan kelas, rapat kelulusan EBTA (ujian), rapat penerimaan murid baru, dan rapat pembagian tugas mengajar dan sebagainya. Menurut sifatnya rapat itu mungkin bersifat rutin dan mungkin bersifat incidental. Pencatatan proses dan keputusan rapat menggunakan buku notulen (buku catatn rapat).

d. Buku Pengumuman
Buku pengumuman dimaksudkan untuk media ppenyampaian informasi (pemberitahuan) yang ditujukan kepada para guru. Adapun isi pengumuman bermacam-macam yang pada pokoknya selalu menyankut masalah pebinan sekolah.

e. Pemeliharaan Gedung/Bangunan Sekolah
Pada dasarnya tugas pemeliharaan gedung sekolah dan lain-lain yang termasuk prasarana pendidikan adalah tanggung jawab kepala sekolah. Beberapa faktor bangunan yang penting untuk selalu diperiksa antar lain: atap ermasuk kerpus, saluran atau talang air, eternit, pintu dan jendela, keadaan lantai dan dinding termasuk cat, got saluran air, kamar mandi dan WC. Agar perawatan atau pemeliharaan itu intensif, maka perlu diadakan pemeriksaan bangunan secara rutin misalnya 4 bulan sekali, dan juga perlu pemeriksaan secar insidental.

f. Pemeliharaan Halaman Sekolah
Pengertian halamn sekolah dapat meliputi pagar sekolah, taman, tempat upacara sekolah, dan lapangan olah raga. Pemeliharaan halaman sekolah adalah tugas dan tanggung jawab seluruh warga sekolah (termasuk guru ) dan tukang kebun.

g. Pemeliharaan Perlengkapan Sekolah
Perlengkpan sekolah yang terdiri atas perabot, alat peraga, alat laboratorium, buku-buku perpustakaan, dan lain-lain perlu pemeliharaan atau perawatan agar selalu dapat berfungsi untu membantu proses endidikan. Karena itu seluruh perlengkapan tersebut perlu diperiksa baik secara periodik maupun secara incidental agar selalu dapat diketahui keadannya.

h. Kegiatan Manajemen yang Dindingkan
Yang dimaksud kegiatan ini ialah kegiatan pencatatan/pendataan yang kemudian hasil pencatatn tersebut dipasang atau ditempel pada dinding baik dinding kelas maupun dinding kantor guru atau kantor tata usaha. Beberapa hal penting untuk didindingkan yakni: data murid untuk tahunajaran yang berlaku, susunan pengurus OSIS periode tahun tertentu, daftar pengurus kelas, daftar kelompok tugas (piket kelas), dan daftar kelompok belajar.

5. MANAJEMEN SARANA PENDIDIKAN

Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlenkapan yang secara langsung dipergunakan san menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, meja kursi, serta alat-alat dan media pengajaran.
Ditinjau dari fungsi atau perannya terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan (sarana material) dibedakan menjadi 3 macam: alat pelajaran, alat peraga, dan media pengajaran. Pada garis besarnya manajemen sarana dan prasarana meliputi 5 hal yakni: penetuan kebutuhan, proses pengadaan, pemakakian, penatatan/pengurusan, dan pertanggungjawaban.
Perpustakaan sekolah sebagai sarana pendidikan yang amat penting harus diselenggarakan secara efektif dan efisien. Secara garis besar dapat dikemukakan agar penggunaan perpustakaan sekolah dapat berjalan tertib, efektif dan efisien diperlukan berbagai perlengkapan tata laksana sebagai berikut: tata tertib perpustakaan, bukku induk anngota perpustakaan, buku induk bahan pustaka, almari katalok, kartu buku, kantong buku, lembar pengembalian, kartu peminjaman, label buku, blangko peringatan, dan kartu katalog.

6. MANAJEMEN KEUANGAN SEKOLAH

Soal-soal yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya bekisar pada: uang sumbanagan pembinaaan pendidikan (SPP), uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah seperti perbaikan sarana dan sebagainya. Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secra garis besar dapat dikelompokkan atas tiga sumber, yaitu:
1) Pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah maupun kedua-duanya, yang bersifat umum ataupun khusus dan diperuntukan bagi kepentingan pendidikan;
2) Orang tua atau peserta didik;
3) Masyarakat, baik mengikat maupun tidak mengikat.

a. Manajemen Pembayaran SPP
SPP dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan yakni untuk membantu penyelenggaraaan sekolah, kesejahteraan personel, perbaikan sarana dan kegiatan supervisi. Hal-hal yang berkaitan dengan manajemen pembayaran SPP yaitu: kartu pembayaran SPP, buku harian penerimaan SPP, buku penerimaan SPP per kelas, bendaharawan sekolah memasukan SPP tersebut dalam buku kas, dan buku kas tabelaris. Setiap halaman buku kas ini dijumlahkan kemudian dipindahkan ke halaman berikutnya. Biasanya buku ini ditutup setahun sekali.

b. Manajemen Keuanagan yang Berasal dari Negara (Pemerintah)
Yang dimaksud keungan dari Negara ialah meliputi pembayaran gaji pegawai/guru dan belanja barang. Untu ertanggungjawaban uang tersbut diperlukan bebrapa format sebagai berikut: lager gaji (daftar permintaan gaji), dan buku catatan SPMU (surat perintah mengambil uang).

c. Manajemen Keuangan yang Berasal dari BP3
Badan Pembantu Penyenggaran Pendidikan (BP3), bertugas untuk memberikan bantuannya dalam penyenggaraan sekolah. Bantuan ini dapat berbenuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti perbaikan sekolah, pembangunan local baru, dan sebgainya.

7. ORGANISASI SEKOLAH (Lembaga Pendidikan Formal)

a. Pentingnya Organisasi Sekolah
Organisasi adalah aktivitas dalam membagi-bagi kerja, menggolongkan-golongkan jenis pekerjaan, memberi wewenang, menetapkan saluran perintah dan tanggung jawab kepada para pelaksana. Organisasi sekolah yang baik menghendahi agar tugas-tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan penyenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi secara merata dengn baik sesuai dengan kemampuan, fungsi, dan wewenang telah ditentukan.
Dengan organisasi yang baik dapat dihindari tindakan kepala sekolah yang menunjukan kekuasaan yang berlebihan (otoriter), suasana kerja dapat lebih berjiwa demokratis karena timbulnya partisipasi aktif dari semua pihak yang bertanggung jawab.

b. Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Penyusunan OrganisasiSekolah
Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan susunan organisasi seklah adalah: tingkat sekolah (SD, SLTP, SLTA, PT), jenis sekolah (umum dam kejuruan), besar kecilnya sekolah, letak dan lingkungan sekolah. Demikianlah pling sedikkit empat faktor yang perlu diperhatikan dalam penetuan susunan organisasi sekolah.
makalah Administrasi dan Manajemen

PENDAHULUAN

Pengertian Administrasi Pendidikan mengandung arti luas yang bermakna “pengelolaan atau manajemen”, di mana di dalamnya terkandung administrasi dalam arti sempit yaitu pekerjaan tulis-menulis.1
Administrasi Pendidikan adalah semua usaha untuk mendayagunakan secara tepat-guna dan berhasil-guna sumber-sumber material dan personel yang tersedia untuk mencapai tujuan pendidikan.2 Administrasi Pendidikan juga diartikan sebagai upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi unsur-unsur pendidikan demi tercapainya tujuan pendidikan3
Ada tiga fungsi pokok Administrasi Pendidikan, yaitu:
1.      Merencanakan kegiatan-kegiatan yang strategis
2.      Mengusahakan untuk pelaksanaannya secara sungguh-sungguh dengan cara yang terarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, disertai pembinaan demi peningkatan pendidikan
3.      Memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia secara efektif dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar.4
Tujuan Administrasi Pendidikan memberikan sistematika kerja dalam mengola pendidikan, sehingga tugas-tugas operasional kependidikan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien menuju sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.5











 
1 Ary H. Gunawan, Administrasi Sekolah, Administrasi Pendidikan Mikro, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002), Cet ke-1, h. 2
2 Ibid. h. 1
3 Lihat Modul Universitas Terbuka th. 1986
4 Ary H. Gunawan, Op. Cit., h. 2

5 Ibid

Makalah Managemen pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan zaman membuat lembaga pendidikan mempunyai banyak tuntutan tugas dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan adalah menciptakan lembaga pendidikan yang semakin efektif, dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu sendiri dan bagi masyarakat luas penggunanya. Agar tugas dan tanggung jawab para lembaga pendidikan yang diwakili oleh seorang pemimpin tersebut menjadi nyata, kiranya mereka perlu memahami, mendalami, dan menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah dikembang-mekarkan oleh pemikir-pemikir dalam dunia bisnis. Manakala diperdalam secara sungguh-sungguh, kiranya konsep-konsep ilmu manajemen tersebut memiliki nilai (dalam arti values) yang tidak akan menjerumuskan dunia pendidikan kita ke arah bisnis yang dapat merugikan atau mengecewakan masyarakat luas penggunanya.

Secara luas, penerapan konsep-konsep ilmu manajemen untuk bidang administrasi pendidikan sudah dimulai semenjak dua hingga tiga dekade yang lalu, namun hal tersebut belum cukup mendapat perhatian dari dunia kependidikan di negara kita. Hal tersebut terjadi akibat kurangnya efesiensi terhadap administrasi yang dilaksanakan di lembaga pendidikan. Di dalam kelangkaan, manakala jurusan Administrasi Pendidikan ini dapat berkembang, kiranya bahasan tentang cara-cara pengelolaan (atau manajemen) untuk lembaga-lembaga pendidikan (misalnya sekolah) juga dapat berkembang. Jurusan Manajemen Kependidikan yang telah berkembang di beberapa negara itu sendiri kiranya juga merupakan pengembangan dari Jurusan Administrasi Pendidikan, yang dibahas dalam Jurusan Adminidtrasi Pendidikan tersebut antara lain adalah aplikasi konsep-konsep atau model-model manajemen (bisnis) untuk dunia kependidikan, antara lain konsep pengembangan budaya dan iklim organisasional, penerapan konsep transformational leadership, penggunaan konsep TQM, penerapan konsep perencanaan strategik (strategic planning), dan lain sebagainya.

Penerapan teori yang didapat dalam dunia pendidikan dapat berjalan sesuai dengan fungsi, sehingga etika penerapanya tidak ada kesenjangan. Pada ranah Komponen administrasi yang meliputi : Administrasi Personal Sekolah, Administrasi Kurikulum, Administrasi Sarana dan Prasarana, Administrasi Kesiswaan, dan Administrasi Peran serta Masyarakat. Pada tahap tata kerja kelembagaannya dapat berjalan dengan baik sehingga mekanisme dan aturan yang dipakai sesuai dengan tupoksinya.


B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat diambil permasalahn yang yaitu.
1. Bagaimana Komponen Pendidikan agar sama perseprsi dan terjadi singkronisasi?
2. Bagaimana aturan Pendidikan yang dipakai sesuai dengan arah pendidikan?
3. Bagaimana mekanisme pendidikan yang dipakai dapat menghasillkan lulusan berkualitas?
4. Bagaimana tata kerja kelembagaan pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
1. Menyamakan presepsi dan sinkronisasi penyelenggaraan administrasi Pendidikan ;
2. Memberikan arah dalam penyelenggaraan administrasi pendidikan;
3. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi pendidikan;
4. Menuju tertib administrasi.
D. Sistematika Penulisan
Makalah ini ada tiga bab, yaitu:
BAB I Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisannya.
BAB II Pembahasan, yang terdiri dari : Komponen pendidikan, aturan pendidikan, mekanisme pendidikan, dan tata kerja kelembagaan pendidikan.
BAB III Penutup, yang terdiri dari simpulan dan saran dan yang terakhir daftar pustaka.






BAB II
KOMPONEN, ATURAN, MEKANISME, DAN
TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN
A. KOMPONEN PENDIDIKAN
1. ADMINISTRASI PERSONAL PENDIDIKAN
Dalam konsep kegiatan lembaga pendidikan bukan hal yang mudah untuk dikerjakan, maka untuk memaksimalkannya memerlukan makhluk yang pintar dalam berfikir (manusia). Karena kelancaran sebuah kegiatan dalam pendidikan untuk merealisasikan programnya ditentukan oleh manusia-manusia yang menjalankannya. Kepegawaian disebut juga personalia atau karyawan ataupun personel. Karena menurut penulis artinya sama, maka dalam tulisan ini dipergunakan istilah-istilah tersebut secara bergantian.
a. Pengertian
Adalah kegiatan mencakup penetapan norma, standar, prosedur, pengangkatan, pembinaan, penatalaksanaan, kesejahteraan dan pemberhentian tenaga kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah.
b. Tujuan
Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan kepastian hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan tugas dan fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
c. Komponen Administrasi Kepegawaian
1. Penyusunan formasi
2. Pengadaan pegawai
3. Kenaikan pangkat
4. Pembinaan dan pengembangan karier pegawai
5. Ketatalaksanaan tenaga kependidikan
· Pembuatan Buku Induk Pegawai
· Daftar Urut Kepegawaian ( DUK )
· Kartu Pegawai ( KARPEG )
· Tabungan Asuransi Pegawai ( TASPEN )
· Asuransi Kesehatan ( ASKES )
· Kartu Istri ( KARIS ) dan Kartu Suami ( KARSU )
d. Pemberhentian Pegawai
Pemberhentian pegawai PNS dapat dibedakan seperti berikut :
o Pemberhentian atas permintaan sendiri
o Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun
o Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi
o Pemberhentian karena melakukan pelanggaran
o Pemberhentian karena tidak cakap jasmani dan rohani
o Pemberhentian karena meninggalkan tugas
o Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang
e. Ketenagaan
Dilihat dari jenisnya ketenagaan di SD/SMP/SMA/SMAK terdiri atas :
§ Kepala Sekolah
§ Guru ( kelas, mata pelajaran, agama, penjaskes, muatan lokal )
§ Tenaga Administrasi / TU
§ Penjaga Sekolah / kebersihan sekolah
§ Tenaga Fungsional lainnya ( Guru BP, Pustakawan, laboran dan teknisi sumber
§ belajar )
Dilihat dari statusnya, ketenagaan di SD/SMP/SMA/SMAK terdiri atas :
o pegawai negeri sipil ( PNS )
o guru tidak tetap
o guru bantu
o tenaga sukarela
2. ADMINISTRASI KURIKULUM
Kualitas suatu lembaga pendidikan yang menjadi tugas utama kepala sekolah adalah menjamin adanya program pengajaran yang baik bagi peserta didik. Sedangkan stafnya mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan pengembangan program pengajaran yang efektif.
1) Pengertian
Administrasi program pengajaran merupakan kegiatan yang meliputi pengaturan seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan tujuan sekolah.
2) Tujuan
Tujuan administrasi program pengajaran adalah sebagai pedoman :
o perencanaan aktivitas pembelajaran di sekolah
o pelaksanaan pembelajaran di sekolah
o pengendalian pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan
o pengukuran tingkat keberhasilan aktivitas pembelajaran di sekolah
3) Komponen Administrasi Program Pengajaran
a. Penelaahan program pengajaran
b. Rencana program pengajaran
c. Pengembangan kurikulum muatan lokal
Tujuan kurikulum muatan lokal adalah :
o memanfaatkan sumber daya alam, sosial dan budaya masyarakat dalam pembelajaran
o memenuhi kebutuhan daerah berkaitan dengan pendidikan
o mengembangkan budaya setempat
o menyelaraskan kehidupan sekolah dengan kehidupan masyarakat sebenarnya
o menumbuhkembangkan rasa memiliki dan rasa bangga terhadap apa yang dimiliki daerah
d. Penyusunan program pengajaran
e. Pelaksanaan pembelajaran
f. Pengendalian program pengajaran
g. Penilaian program pengajaran


3. ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
A. PENGERTIAN
Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan . misalnya : lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dsb. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan . misalnya ; Ruang, Buku, Perpustakaan, Laboratorium dsb. Dengan demikian dapat di tarik suatau kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri. Menurut keputusan menteri P dan K No 079/ 1975, sarana pendididkan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu :
1. Bangunan dan perabot sekolah
2. Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan , alat-alat peraga dan laboratorium.
3. Media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil. Secara micro (sempit) kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. Sedangkan administrasi sarana dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan secara umum Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan prasarana di antaranya adalah :
a. Berdasarkan konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan prasarana itu di artikan sebagai sebuah sistem yang mengatur ketertiban peralatan yang ada di sekolah . Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah . Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur ketertiban penggunaan sarana sekolah, menurut konsepsi modern guru bertugas sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah.

b. Berdasarkan pandangan pendekatan operasional tertentu
§ Seperangkat kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan prasarana di sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter )
§ Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan melalui pendekatan intimidasi
§ Seperangkat kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam proses pembelajaran (pendekatan permisif)
§ Seperangkat kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional)
§ Seperangkat kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah
§ Seperangkat kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada.
Dengan demikian adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan tercapainya tujuan pendidikan .
B. MACAM – MACAM SARANA DAN PRASARANA
Adapun macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah :
1. Ruang kelas : tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
2. Ruang perpustakaan : tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah siswa dapat menambah pengetahuan.
3. Ruang laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .
4. Ruang keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan tertentu.
5. Ruang kesenian : adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni
6. Fasilitas olah raga : tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga.
C. KOMPONEN-KOMPONEN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
1. LAHAN
Lahan yang di perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda bukti kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat).
2. RUANG
Secara umum jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam beberapa bagiab diantaranya :
a. Ruang pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan praktek antara lain :
o Ruang teori sejumlah rombel
o Ruang perpustakaaan
o Ruang Laaboraatorium
o Ruang kesenian
o Ruang Olah raga
o Ruang keteraampilan
b. Ruang administrasi
Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai kegiatan kantor. Ruang administrasi terdiri dari :
ü Ruang kepala sekolah 3. Ruang tata usaha
ü Ruang guru
ü Gudang


c. Ruang penunjang
Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain :
· Ruang Ibadah
· Ruang serbaguna
· Ruang koperasi sekolah 6. Ruang UKS
· Ruang OSIS
· Ruang WC/ kamar mandi
· Ruang BP
D. FUNGSI ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana sekolah berfungsi sebagai ;
· Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang di perlukan dalam proses belajar mengajar.
· Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal.
E. TUJUAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
Adapun yang menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan . Administrasi sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid, yang terlibat langsung dalam pendidkan tersebut.Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan tercapai dengan baik.
Mengingat sekolah itu merupakan subsistem pendidikan nasional maka tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional itu sendiri . sedangkan subsistem administrasi sarana dan prasarana dalam sekolah bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah tersebut, baik tujuan khusus maupun tujuan secara umum.

Adapun tujuan dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah :
1. mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar ,yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi dalam pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi , budaya serta sifat-sifat individunya.
4. ADMINISTRASI KESISWAAN
1. Pengertian
Administrasi kesiswaan merupakan usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan tentang administrasi yang berkaitan dengan siswa dalam upaya mengembangkan potensi siswa.
2. Tujuan administrasi kesiswaan
Ø mengetahui data siswa
Ø mengetahui potensi siswa
Ø mengetahui, membina dan mengembangkan kemampuan siswa
3. Administrasi kesiswaan meliputi hal-hal berikut ini :
1. Penerimaan Siswa Baru
2. Mutasi Siswa
3. Penatalaksanaan Kesiswaan
Penatalaksanaan Kesiswaan meliputi hal-hal berikut ini :
1) Buku Induk
2) Buku Klaper
3) Buku Hadir Siswa
4) Buku Agenda Kelas
5) Buku Nilai
o Buku Nilai Mata Pelajaran
o Buku Nilai Pribadi Siswa
6) Daftar Keadaan Siswa
7) Laporan Kenaikan Kelas / Kelulusan
8) Daftar Calon Peserta Ujian Akhir
4. Pembinaan Kesiswaan
Kegiatannya meliputi penyaluran aktivitas siswa dalam hal :
· kepemimpinan
· keagamaan ( pesantren kilat bagi agama Islam)
· budi pekerti
· berbangsa dan bernegara
· kewirausahaan
· kesegaran jasmani
· pengembangan kreasi dan seni
· kepramukaan
5. Pelayanan Khusus Siswa
Pelayanan khusus terdiri atas :
§ bimbingan dan konseling
§ perpustakaan dan sumber belajar lainnya
§ beasiswa
§ transportasi
§ kantin / warung sekolah
§ asrama
§ kesehatan
§ pengayaan
§ remidial
§ karyawisata




5. ADMINISTRASI PERAN SERTA MASYARAKAT
a. Pengertian
Pengaturan yang berkaitan dengan keikutsertaan / kontribusi dan tanggung jawab secara fisik, mental dan emosional baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah.
b. Tujuan
1. memajukan kualitas belajar
2. meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak
3. meningkatkan keserasian kehidupan sekolah dengan kehidupan di masyarakat
4. memotivasi masyarakat dalam membantu program sekolah
5. mewujudkan tanggungjawab bersama antar pihak sekolah dan masyarakat terhadap kualitas pendidikan
c. Hasil Peran Serta Masyarakat
1. kesamaan persepsi masyarakat dan pihak sekolah tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan
2. keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan tentang pengembangan sekolah
3. keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah
4. keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan penilaian dalam keberhasilan sekolah
5. keterlibatan masyarakat dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan program sekolah
d. Teknik Peran Serta Masyarakat
1. secara individual, yaitu dilakukan oleh masyarakat secara sukarela dalam menyampaikan saran atau sumbangan lainnya untuk kepentingan sekolah
2. secara organisasi, yaitu melalui organisasi masyarakat yang ada di sekolah
3. melalui media cetak dan elektronik
e. Langkah-langkah Peran Serta Masyarakat
1. mengidentifikasi potensi masyarakat untuk berperan serta dalam pelaksanaan program pendidikan
2. membentuk organisasi peran serta masyarakat
3. menyusun program peran serta masyarakat
4. melaksanakan program peran serta masyarakat
5. mengevaluasi peran serta masyarakat
f. Prinsip-prinsip Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan
1. Kerjasama dilandasi dengan itikad baik oleh kedua belah pihak
2. Dalam partisipasinya, masyarakat tetap menghormati segala peraturan yang berlaku di sekolah
3. Dalam hal teknis edukatif, masyarakat tidak diperkenankan untuk campur tangan. Ini merupakan otoritas guru dan sekolah yang bersangkutan
4. Peran serta masyarakat dapat dibina secara terus menerus yang diorientasikan pada tujuan peningkatan kualitas pendidikan
B. ATURAN, MEKANISME DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN
Pembahasan Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendididkan Nasional disebutkan pada BAB I Pasal 1 ayat 3 bahwa sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Kemudian, UU Nomor 49 Tahun 2008 Tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 1 bahwa pemerintah memperhatikan lembaga pendidikan supaya mutu pendidikan yang dilaksanakan itu berkualitas. Dan Undang-undang No. 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian pasal 2 dan pasal 3:
Pasal 2
a. Pegawai negeri terdiri dari:
a) Pegawai negeri sipil dan
b) Anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
b. Pegawai negeri sipil terdiri dari:
a) Pegawai negeri sipil Pusat
b) Pegawai negeri sipil Daerah, dan
c) Pegawai negeri sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Pasal 3
Pegawai negeri adalah unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada pancasila, UUD 1945. Negara dan pemerintah menyelenggarakan tugas pemerintah dan pembangunan. Proses penerimaan, penganngkatan, dan penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan, pengangkatan, dan pengangkatan orang yang tepat.
Maka penerimaan pegawai harus didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan. Menurut UU No. 8 Tahun 1974 pasal 15 diatur. Jumlah dan susunan pangkat pegawai negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi dalam jangka tertentu berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan.
Dalam memperoleh dan menggunakan tenaga kerja untuk dan di lembaga pendidikan dengan efesien, sehingga mencapai tujuan lembaga pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Segenap proses penataan tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. Masalah Pokok sesuai dengan pembahasan di atas permasalahan penataan terhadap pegawai lembaga pendidikan (sekolah) sebagai berikut.
a. Bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya, termasuk mengatur pengangkatanya.
b. Bagaimana mengusahakan tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efesien, termasuk merangsang kegairahan kerjanya.
c. Bagaimana memelihara pegawai, pemberian gaji, intensif, kesejahteraan.
d. Bagaimana mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya, dan perpindahan mereka jika perlu terjadi.
e. Bagaimana mengembangkan mutu pegawai
f. Bagaimana menilai pegawai.
g. Bagaimana menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai.
Di Indonesia, lembaga pendidikan (sekolah) menurut statusnya pemiliknya dibagi menjadi dua bagian, yaitu : Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta.



BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Pendidikan pada saat ini banyak sekali persepsi yang berbeda-beda setiap lembaga pendidikan, maka dengan mempelajari makalah ini dapat menyamakan presepsi dan sinkronisasi penyelenggaraan administrasi pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, perlu beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yang pada kenyataanya jarang sukses, sehingga kiranya memberikan arahan dalam penyelenggaraan administrasi pendidikan. Setelah memberikan arahan yang maksimal dengan melakukan pembelajaran yang ekstra akan menimbulkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi pendidikan. Pelaksanaan administrasi pendidikan dilakukan dengan penuh ketelitian dan kerja sama yang baik akan terwujud tertib administrasi.
B. Saran
Ketika kegiatan pelaksanaan terjadi perbedaan pendapat itu bukan hal yang baru, maka langkah terbaiknya itu dengan membuat kesepakatan langkah atau tahapan mana yang akan dipakai, sehingga terjadi sinkronisasi yang baik. Pada tahapan adminstrasi untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang berkualitas harus mampu memahami tata aturannya jangan sampai suatu lembaga pendidikan kurang memahami hal tersebut, jika hal itu terjadi akan terjadi kejanggalan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap administrasi sangat penting sekaligus dalam pelaksanaanya.





DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, M. 2006. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Juhairiyah._______. Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan. Probolinggo: _____.
Erdawati, Ety . 2008. Administrasi Pendidikan. Probolinggo: ______.
Daryanto, M. 2001. Administrasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Hendyat, Soetopo dkk. 1982. Pengatar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.