BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Perkembangan zaman
membuat lembaga pendidikan mempunyai banyak tuntutan tugas dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan
adalah menciptakan lembaga pendidikan yang semakin efektif, dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah
itu sendiri dan bagi masyarakat luas penggunanya. Agar tugas dan tanggung jawab para lembaga pendidikan yang diwakili oleh seorang pemimpin tersebut menjadi nyata, kiranya mereka perlu memahami, mendalami, dan
menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah
dikembang-mekarkan oleh pemikir-pemikir dalam dunia bisnis. Manakala diperdalam
secara sungguh-sungguh, kiranya konsep-konsep ilmu manajemen tersebut memiliki
nilai (dalam arti values) yang tidak akan menjerumuskan dunia pendidikan kita
ke arah bisnis yang dapat merugikan atau mengecewakan masyarakat luas
penggunanya.
Secara luas, penerapan konsep-konsep
ilmu manajemen untuk bidang administrasi pendidikan sudah dimulai semenjak dua hingga tiga dekade yang lalu, namun hal
tersebut belum cukup mendapat perhatian dari dunia kependidikan di negara kita.
Hal tersebut terjadi akibat kurangnya efesiensi
terhadap administrasi yang dilaksanakan di lembaga pendidikan. Di dalam kelangkaan, manakala jurusan Administrasi Pendidikan ini dapat
berkembang, kiranya bahasan tentang cara-cara pengelolaan (atau manajemen)
untuk lembaga-lembaga pendidikan (misalnya sekolah) juga dapat berkembang.
Jurusan Manajemen Kependidikan yang telah berkembang di beberapa negara itu
sendiri kiranya juga merupakan pengembangan dari Jurusan Administrasi
Pendidikan, yang dibahas dalam Jurusan Adminidtrasi Pendidikan tersebut antara
lain adalah aplikasi konsep-konsep atau model-model manajemen (bisnis) untuk
dunia kependidikan, antara lain konsep pengembangan budaya dan iklim
organisasional, penerapan konsep transformational leadership, penggunaan
konsep TQM, penerapan konsep perencanaan strategik (strategic planning), dan lain sebagainya.
Penerapan teori
yang didapat dalam dunia pendidikan dapat berjalan sesuai dengan fungsi,
sehingga etika penerapanya tidak ada kesenjangan. Pada ranah Komponen
administrasi yang meliputi : Administrasi Personal Sekolah, Administrasi
Kurikulum, Administrasi Sarana dan Prasarana, Administrasi Kesiswaan, dan
Administrasi Peran serta Masyarakat. Pada tahap tata kerja kelembagaannya dapat
berjalan dengan baik sehingga mekanisme dan aturan yang dipakai sesuai dengan
tupoksinya.
B. Rumusan Masalah
Dari latar
belakang tersebut dapat diambil permasalahn yang yaitu.
1. Bagaimana
Komponen Pendidikan agar sama perseprsi dan terjadi singkronisasi?
2. Bagaimana
aturan Pendidikan yang dipakai sesuai dengan arah pendidikan?
3. Bagaimana
mekanisme pendidikan yang dipakai dapat menghasillkan lulusan berkualitas?
4. Bagaimana tata
kerja kelembagaan pendidikan?
C. Tujuan
Penulisan
1. Menyamakan
presepsi dan sinkronisasi penyelenggaraan administrasi Pendidikan ;
2. Memberikan arah
dalam penyelenggaraan administrasi pendidikan;
3. Meningkatkan
kualitas penyelenggaraan administrasi pendidikan;
4. Menuju tertib
administrasi.
D. Sistematika
Penulisan
Makalah ini ada
tiga bab, yaitu:
BAB I Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang
masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisannya.
BAB II
Pembahasan, yang terdiri dari : Komponen pendidikan, aturan pendidikan,
mekanisme pendidikan, dan tata kerja kelembagaan pendidikan.
BAB III
Penutup, yang terdiri dari simpulan dan saran dan yang terakhir daftar pustaka.
BAB II
KOMPONEN, ATURAN, MEKANISME, DAN
TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN
A. KOMPONEN PENDIDIKAN
1. ADMINISTRASI
PERSONAL PENDIDIKAN
Dalam konsep
kegiatan lembaga pendidikan bukan hal yang mudah untuk dikerjakan, maka untuk
memaksimalkannya memerlukan makhluk yang pintar dalam berfikir (manusia).
Karena kelancaran sebuah kegiatan dalam pendidikan untuk merealisasikan
programnya ditentukan oleh manusia-manusia yang menjalankannya. Kepegawaian
disebut juga personalia atau karyawan ataupun personel. Karena menurut penulis
artinya sama, maka dalam tulisan ini dipergunakan istilah-istilah tersebut
secara bergantian.
a. Pengertian
Adalah kegiatan mencakup penetapan norma, standar,
prosedur, pengangkatan, pembinaan, penatalaksanaan, kesejahteraan dan
pemberhentian tenaga kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan
fungsinya dalam mencapai tujuan sekolah.
b. Tujuan
Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan kepastian
hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam melaksanakan tugas dan
fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
c. Komponen
Administrasi Kepegawaian
1. Penyusunan
formasi
2. Pengadaan
pegawai
3. Kenaikan
pangkat
4. Pembinaan dan
pengembangan karier pegawai
5. Ketatalaksanaan
tenaga kependidikan
· Pembuatan Buku Induk Pegawai
· Daftar Urut Kepegawaian ( DUK )
· Kartu Pegawai ( KARPEG )
· Tabungan Asuransi Pegawai ( TASPEN )
· Asuransi Kesehatan ( ASKES )
· Kartu Istri ( KARIS ) dan Kartu Suami ( KARSU )
d. Pemberhentian
Pegawai
Pemberhentian pegawai PNS dapat dibedakan seperti berikut
:
o Pemberhentian atas permintaan sendiri
o Pemberhentian karena mencapai batas usia pensiun
o Pemberhentian karena adanya penyederhanaan organisasi
o Pemberhentian karena melakukan pelanggaran
o Pemberhentian karena tidak cakap jasmani dan rohani
o Pemberhentian karena meninggalkan tugas
o Pemberhentian karena meninggal dunia atau hilang
e. Ketenagaan
Dilihat dari
jenisnya ketenagaan di SD/SMP/SMA/SMAK terdiri atas :
§ Kepala Sekolah
§ Guru ( kelas, mata pelajaran, agama, penjaskes, muatan
lokal )
§ Tenaga Administrasi / TU
§ Penjaga Sekolah / kebersihan sekolah
§ Tenaga Fungsional lainnya ( Guru BP, Pustakawan, laboran
dan teknisi sumber
§ belajar )
Dilihat dari
statusnya, ketenagaan di SD/SMP/SMA/SMAK terdiri atas :
o pegawai negeri sipil ( PNS )
o guru tidak tetap
o guru bantu
o tenaga sukarela
2. ADMINISTRASI
KURIKULUM
Kualitas suatu
lembaga pendidikan yang menjadi tugas utama kepala sekolah adalah menjamin
adanya program pengajaran yang baik bagi peserta didik. Sedangkan stafnya
mendapat bagian tanggung jawab dalam membantu usaha pelaksanaan dan
pengembangan program pengajaran yang efektif.
1) Pengertian
Administrasi program pengajaran merupakan kegiatan yang
meliputi pengaturan seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk
mengembangkan kemampuan siswa sesuai dengan tujuan sekolah.
2) Tujuan
Tujuan administrasi program pengajaran adalah sebagai
pedoman :
o perencanaan aktivitas pembelajaran di sekolah
o pelaksanaan pembelajaran di sekolah
o pengendalian pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan
perencanaan
o pengukuran tingkat keberhasilan aktivitas pembelajaran di
sekolah
3) Komponen Administrasi Program Pengajaran
a. Penelaahan program pengajaran
b. Rencana program pengajaran
c. Pengembangan kurikulum muatan lokal
Tujuan kurikulum muatan lokal adalah :
o memanfaatkan sumber daya alam, sosial dan budaya masyarakat
dalam pembelajaran
o memenuhi kebutuhan daerah berkaitan dengan pendidikan
o mengembangkan budaya setempat
o menyelaraskan kehidupan sekolah dengan kehidupan
masyarakat sebenarnya
o menumbuhkembangkan rasa memiliki dan rasa bangga terhadap
apa yang dimiliki daerah
d. Penyusunan program pengajaran
e. Pelaksanaan pembelajaran
f. Pengendalian program pengajaran
g. Penilaian program pengajaran
3. ADMINISTRASI
SARANA DAN PRASARANA
A. PENGERTIAN
Secara Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak
langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan . misalnya : lokasi/tempat,
bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dsb. Sedangkan sarana berarti alat
langsung untuk mencapai tujuan pendidikan . misalnya ; Ruang, Buku,
Perpustakaan, Laboratorium dsb. Dengan demikian dapat di tarik suatau
kesimpulan bahwa Administrasi sarana dan prasarana pendidikan itu adalah semua
komponen yang sacara langsung maupun tidak langsung menunjang jalannya proses
pendidikan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan itu sendiri. Menurut
keputusan menteri P dan K No 079/ 1975, sarana pendididkan terdiri dari 3
kelompok besar yaitu :
1. Bangunan dan
perabot sekolah
2. Alat pelajaran
yang terdiri dari pembukuan , alat-alat peraga dan laboratorium.
3. Media
pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat
penampil dan media yang tidak menggunaakan alat penampil. Secara micro (sempit)
kepala sekolahlah yang bertanggung jawab atas pengadaan sarana dan prasarana
pendidikan yang di perlukan di sebuah sekolah. Sedangkan administrasi sarana
dan prasarana itu sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi
terlaksananya proses pembelajaran di sekolaah serta menunjang tercapainya
tujuan pendidikan di sebuah sekolah baik tujuan secara khusus maupun tujuan
secara umum Terdapat beberapa pemahaman mengenai administrasi sarana dan
prasarana di antaranya adalah :
a. Berdasarkan
konsepsi lama dan modern Menurut konsepsi lama administrasi sarana dan
prasarana itu di artikan sebagai sebuah sistem yang mengatur ketertiban
peralatan yang ada di sekolah . Menurut konsepsi modern administrasi sarana dan
prasarana itu adalah suatu proses seleksi dalam penggunaan sarana dan prasarana
yang ada di sekolah . Guru menurut konsepsi lama bertugas untuk mengatur
ketertiban penggunaan sarana sekolah, menurut konsepsi modern guru bertugas
sebagai administrator dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah.
b. Berdasarkan
pandangan pendekatan operasional tertentu
§ Seperangkat
kegiatan dalam mempertahankan ketertiban penggunaan sarana dan prasarana di
sekolah melalui penggunaan di siplin (pendekatan otoriter )
§ Seperangkat
kegiatan untuk mempertahankan ketertiban sarana dan prasarana sekolah dengan
melalui pendekatan intimidasi
§ Seperangkat
kegiatan untuk memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam
proses pembelajaran (pendekatan permisif)
§ Seperangkat
kegiatan untuk mengefektifkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah sesuai
dengan program pembelajaran (pendekatan intruksional)
§ Seperangkat
kegiatan untuk mengembangkan sarana dan prasarana sekolah
§ Seperangkat
kegiatan untuk mempertahankan keutuhan dan keamanan dari sarana dan prasarana
yang ada di sekolah. Pengertian lain dari administrasi sarana dan prasarana
adalah suatu usaha yang di arahkan untuk mewujudkan suasana belajar mengajar
yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan
baik sesuai dengan kemampuan dan kelengkapan sarana yang ada.
Dengan demikian
adminitrasi sarana dan prasarana itu merupakan usaha untuk mengupayakan sarana
dan alat peraga yang di butuhkan pada proses pembelajaran demi lancarnya dan
tercapainya tujuan pendidikan .
B. MACAM – MACAM
SARANA DAN PRASARANA
Adapun
macam-macam sarana dan prasarana yang di perlukan di sekolah demi kelancaran
dan keberhasilan kegiatan proses pendidikan sekolah adalah :
1. Ruang kelas :
tempat siswa dan guru melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.
2. Ruang
perpustakaan : tempat koleksi berbagai jenis bacaan bagi siswa dan dari sinilah
siswa dapat menambah pengetahuan.
3. Ruang
laboratorium ( tempat praktek) : tempat siswa mengembangkan pengetahuan sikap
dan keterampilan serta tempat meneliti dengan menggunakan media yang ada untuk
memecahkan suatu masalah atau konsep pengetahuan .
4. Ruang
keterampilan adalah tempat siswa melaksanakan latihan mengenai keterampilan
tertentu.
5. Ruang kesenian
: adalah tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan seni
6. Fasilitas olah
raga : tempat berlangsungnya latihan-latihan olahraga.
C. KOMPONEN-KOMPONEN
ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
1. LAHAN
Lahan yang di
perlukan untuk mendirikan sekolah harus di sertai dengan tanda bukti
kepemilikan yang sah dan lengkap (sertifikat).
2. RUANG
Secara umum
jenis ruang di tinjau dari fungsinya dapat di kelompokkan dalam beberapa bagiab
diantaranya :
a. Ruang
pendidikan berfungsi untuk menampung proses kegiatan belajar mengajar teori dan
praktek antara lain :
o Ruang teori sejumlah rombel
o Ruang perpustakaaan
o Ruang Laaboraatorium
o Ruang kesenian
o Ruang Olah raga
o Ruang keteraampilan
b. Ruang
administrasi
Ruang Administrasi berfungsi untuk melaksanakan berbagai
kegiatan kantor. Ruang administrasi terdiri dari :
ü Ruang kepala
sekolah 3. Ruang tata usaha
ü Ruang guru
ü Gudang
c. Ruang penunjang
Ruang penunjang berfungsi untuk menunjang kegiatan yang
mendukung proses kegiatan belajar mengajar antara lain :
· Ruang Ibadah
· Ruang serbaguna
· Ruang koperasi
sekolah 6. Ruang UKS
· Ruang OSIS
· Ruang WC/ kamar
mandi
· Ruang BP
D. FUNGSI
ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
Selain memberi makna penting bagi terciptanya dan
terpeliharanya kondisi sekolah yang optimal administrasi sarana dan prasarana
sekolah berfungsi sebagai ;
· Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan
yang di perlukan dalam proses belajar mengajar.
· Memelihara agar tugas-tugas murid yang di berikan oleh
guru dapat terlaksana dengan lancar dan optimal.
E. TUJUAN
ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
Adapun yang
menjadi tujuan dari administrasi saran dan prasarana adalah tidak lain agar
semua kegiatan tersebut mendukung tercapainya tujuan pendidikan . Administrasi
sarana dan prasarana semakin lama di rasakan semakin rumit karena pendidikan
juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid, yang terlibat langsung dalam
pendidkan tersebut.Oleh karena itu apabila administrasi sarana dan prasarana
berjalan dengan baik maka semakin yakin pula bahwa tujuan pendidikan akan
tercapai dengan baik.
Mengingat
sekolah itu merupakan subsistem pendidikan nasional maka tujuan dari
administrasi sarana dan prasarana itu bersumber dari tujuan pendidikan nasional
itu sendiri . sedangkan subsistem administrasi sarana dan prasarana dalam
sekolah bertujuan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan sekolah
tersebut, baik tujuan khusus maupun tujuan secara umum.
Adapun tujuan
dari administrasi sarana dan prasarana itu adalah :
1. mewujudkan situasi dan kondisi sekolah yang baik sebagai
lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar ,yang memungkinkan peserta
didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
2. Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi
terwujudnya interaksi dalam pembelajaran.
3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar
yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial,
emosional, dan intelektual siswa dalam proses pembelajaran
4. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang
sosial, ekonomi , budaya serta sifat-sifat individunya.
4. ADMINISTRASI
KESISWAAN
1. Pengertian
Administrasi kesiswaan merupakan usaha dan kegiatan yang
meliputi pengaturan tentang administrasi yang berkaitan dengan siswa dalam
upaya mengembangkan potensi siswa.
2. Tujuan administrasi kesiswaan
Ø mengetahui data
siswa
Ø mengetahui
potensi siswa
Ø mengetahui,
membina dan mengembangkan kemampuan siswa
3. Administrasi kesiswaan meliputi hal-hal berikut ini :
1. Penerimaan Siswa Baru
2. Mutasi Siswa
3. Penatalaksanaan Kesiswaan
Penatalaksanaan Kesiswaan meliputi hal-hal berikut ini :
1) Buku Induk
2) Buku Klaper
3) Buku Hadir Siswa
4) Buku Agenda Kelas
5) Buku Nilai
o Buku Nilai Mata Pelajaran
o Buku Nilai Pribadi Siswa
6) Daftar Keadaan Siswa
7) Laporan Kenaikan Kelas / Kelulusan
8) Daftar Calon Peserta Ujian Akhir
4. Pembinaan Kesiswaan
Kegiatannya meliputi penyaluran aktivitas siswa dalam hal
:
· kepemimpinan
· keagamaan (
pesantren kilat bagi agama Islam)
· budi pekerti
· berbangsa dan
bernegara
· kewirausahaan
· kesegaran
jasmani
· pengembangan
kreasi dan seni
· kepramukaan
5. Pelayanan Khusus Siswa
Pelayanan khusus terdiri atas :
§ bimbingan dan
konseling
§ perpustakaan
dan sumber belajar lainnya
§ beasiswa
§ transportasi
§ kantin / warung
sekolah
§ asrama
§ kesehatan
§ pengayaan
§ remidial
§ karyawisata
5. ADMINISTRASI
PERAN SERTA MASYARAKAT
a. Pengertian
Pengaturan yang
berkaitan dengan keikutsertaan / kontribusi dan tanggung jawab secara fisik,
mental dan emosional baik yang dilakukan perorangan maupun kelompok masyarakat
dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah.
b. Tujuan
1. memajukan
kualitas belajar
2. meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan anak
3. meningkatkan
keserasian kehidupan sekolah dengan kehidupan di masyarakat
4. memotivasi
masyarakat dalam membantu program sekolah
5. mewujudkan
tanggungjawab bersama antar pihak sekolah dan masyarakat terhadap kualitas
pendidikan
c. Hasil Peran Serta Masyarakat
1. kesamaan
persepsi masyarakat dan pihak sekolah tentang pentingnya partisipasi masyarakat
dalam pelaksanaan pendidikan
2. keterlibatan
masyarakat dalam pengambilan keputusan tentang pengembangan sekolah
3. keterlibatan
masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah
4. keterlibatan
masyarakat dalam melaksanakan penilaian dalam keberhasilan sekolah
5. keterlibatan
masyarakat dalam mempertanggungjawabkan keberhasilan program sekolah
d. Teknik Peran Serta Masyarakat
1. secara
individual, yaitu dilakukan oleh masyarakat secara sukarela dalam menyampaikan
saran atau sumbangan lainnya untuk kepentingan sekolah
2. secara
organisasi, yaitu melalui organisasi masyarakat yang ada di sekolah
3. melalui media
cetak dan elektronik
e. Langkah-langkah Peran Serta Masyarakat
1. mengidentifikasi
potensi masyarakat untuk berperan serta dalam pelaksanaan program pendidikan
2. membentuk
organisasi peran serta masyarakat
3. menyusun
program peran serta masyarakat
4. melaksanakan
program peran serta masyarakat
5. mengevaluasi
peran serta masyarakat
f. Prinsip-prinsip Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan
1. Kerjasama
dilandasi dengan itikad baik oleh kedua belah pihak
2. Dalam
partisipasinya, masyarakat tetap menghormati segala peraturan yang berlaku di
sekolah
3. Dalam hal
teknis edukatif, masyarakat tidak diperkenankan untuk campur tangan. Ini
merupakan otoritas guru dan sekolah yang bersangkutan
4. Peran serta
masyarakat dapat dibina secara terus menerus yang diorientasikan pada tujuan peningkatan
kualitas pendidikan
B. ATURAN, MEKANISME DAN TATA KERJA KELEMBAGAAN PENDIDIKAN
Pembahasan Undang-undang No. 20 Tahun
2003 Tentang Sistem Pendididkan Nasional disebutkan pada BAB I Pasal 1 ayat 3
bahwa sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang
saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Kemudian, UU Nomor 49 Tahun
2008 Tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Pasal 1 bahwa
pemerintah memperhatikan lembaga pendidikan supaya mutu pendidikan yang
dilaksanakan itu berkualitas. Dan Undang-undang No. 8 Tahun 1974 tentang
pokok-pokok kepegawaian pasal 2 dan pasal 3:
Pasal 2
a. Pegawai negeri
terdiri dari:
a) Pegawai negeri
sipil dan
b) Anggota
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
b. Pegawai negeri
sipil terdiri dari:
a) Pegawai negeri
sipil Pusat
b) Pegawai negeri
sipil Daerah, dan
c) Pegawai negeri
sipil lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Pasal 3
Pegawai negeri adalah unsur aparatur
negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang dengan penuh kesetiaan dan
ketaatan kepada pancasila, UUD 1945. Negara dan pemerintah menyelenggarakan
tugas pemerintah dan pembangunan. Proses penerimaan, penganngkatan, dan
penempatan pegawai harus didasarkan pada prinsip penerimaan, pengangkatan, dan
pengangkatan orang yang tepat.
Maka penerimaan pegawai harus
didasarkan atas kemampuan dan potensi si calon dalam rangka mengisi jabatan.
Menurut UU No. 8 Tahun 1974 pasal 15 diatur. Jumlah dan susunan pangkat pegawai
negeri sipil yang diperlukan ditetapkan dalam formasi dalam jangka tertentu
berdasarkan jenis, sifat dan beban kerja yang harus dilaksanakan.
Dalam memperoleh dan menggunakan tenaga
kerja untuk dan di lembaga pendidikan dengan efesien, sehingga mencapai tujuan
lembaga pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Segenap proses penataan
tersebut meliputi bagaimana memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas
pekerjaannya dan pemutusan hubungan kerja dengan mereka. Masalah Pokok sesuai
dengan pembahasan di atas permasalahan penataan terhadap pegawai lembaga
pendidikan (sekolah) sebagai berikut.
a. Bagaimana
memperoleh tenaga kerja yang tepat untuk tugas pekerjaannya, termasuk mengatur
pengangkatanya.
b. Bagaimana mengusahakan
tenaga kerja yang sudah diperolehnya itu dengan efesien, termasuk merangsang
kegairahan kerjanya.
c. Bagaimana
memelihara pegawai, pemberian gaji, intensif, kesejahteraan.
d. Bagaimana
mengatur kenaikan gaji dan pangkatnya, dan perpindahan mereka jika perlu
terjadi.
e. Bagaimana
mengembangkan mutu pegawai
f. Bagaimana
menilai pegawai.
g. Bagaimana
menata pemutusan hubungan kerja dengan pegawai.
Di Indonesia,
lembaga pendidikan (sekolah) menurut statusnya pemiliknya dibagi menjadi dua
bagian, yaitu : Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Pendidikan pada saat ini banyak sekali
persepsi yang berbeda-beda setiap lembaga pendidikan, maka dengan mempelajari
makalah ini dapat menyamakan presepsi dan sinkronisasi penyelenggaraan
administrasi pendidikan. Untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah, perlu
beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yang pada kenyataanya jarang sukses,
sehingga kiranya memberikan arahan dalam penyelenggaraan administrasi
pendidikan. Setelah memberikan arahan yang maksimal dengan melakukan
pembelajaran yang ekstra akan menimbulkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan
administrasi pendidikan. Pelaksanaan administrasi pendidikan dilakukan dengan
penuh ketelitian dan kerja sama yang baik akan terwujud tertib administrasi.
B. Saran
Ketika kegiatan pelaksanaan terjadi
perbedaan pendapat itu bukan hal yang baru, maka langkah terbaiknya itu dengan
membuat kesepakatan langkah atau tahapan mana yang akan dipakai, sehingga
terjadi sinkronisasi yang baik. Pada tahapan adminstrasi untuk mewujudkan
tujuan pendidikan yang berkualitas harus mampu memahami tata aturannya jangan
sampai suatu lembaga pendidikan kurang memahami hal tersebut, jika hal itu
terjadi akan terjadi kejanggalan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap
administrasi sangat penting sekaligus dalam pelaksanaanya.
DAFTAR PUSTAKA
Daryanto, M. 2006. Administrasi
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Juhairiyah._______.
Administrasi Sarana dan Prasarana
Pendidikan. Probolinggo: _____.
Erdawati, Ety . 2008. Administrasi
Pendidikan. Probolinggo: ______.
Daryanto, M. 2001. Administrasi
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hendyat, Soetopo dkk. 1982. Pengatar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
No comments:
Post a Comment